Tanah Brunei Darussalam Tercinta

10:00 PM Edit This 1 Comment »

Berhadapan samudra China,
Dihimpit tanah rasaksa,
Digarisi ombak yang indah pantainya,
Itulah tanah airku tercinta.


Di tanah itu aku dilahirkan ibu,
Di tanah itu tumpah darah ke bumi,
Di tanah itu kini aku berdiri,
Di tanah itu nanti aku mati.


Kuikrar janji dalam hati,
Akan berjihat di tanah ini,
Di tanah yang kucintai,
Tempat aku berhutang budi.


Terpahat sudah sumpah setia,
Ingin berbakti sehingga mati,
Berbakti kepada bangsa negara,
Negara Brunei Darussalam yang kucinta.




ZeeHamit/08

Hujan

2:31 PM Edit This 0 Comments »


Titik titik
Air hujan mulai turun membasahi bumi
Aku basah
Dingin


Tiba-tiba aku teringat dirimu
Dirimu yang tidak berhenti menghujaniku
Menghujaniku dengan kesedihan



ZeeHamit/08

Ada yang tertinggal

5:56 PM Edit This 0 Comments »

Kasih,
sudah kususuri jejak alur yang berliku
penuh rencah berduri, belukar hitam berderak
lumpur menutupi setiap langkah
tidak akan kutolehkan pandangku ke belakang
karena aku tidak ingin menjadi ragu dan berbalik arah

Jejakku tidak terlihat
alur tidak berbekas
semua jalanku menujumu tertutup rapat
bertahun kucari hidupku
bertahun kutipu diriku
bertahun kuingkari hatiku

Aku tidak mengerti jalan yang kini ada di hadapanku
kenapa semua berbalik arah menatapku?
kenapa semua mengulurkan tangan meraihku ke dalam derainya?
kenapa aku tidak diizinkan menghilangkanmu?
seperti aku telah menghilangkan yang lain

Mungkin kau memahami semua yang telah terjadi
mungkin kau mendapat kebijaksanaan dan kerendhaan hati untuk menerima semuanya
atau mungkin kau sudah dapat melangkah menuju hidupmu yang baharu

Tapi aku masih tetap di sini
kakiku berlari
sementara belenggu masa lalu masih terjuntai di hatiku
sejujurnya aku sudah tidak punya harapan
ku sadar salahku kepadamu
ku sadar lukaku kepadamu
ku sadar perihku kepadamu
ku sadar ku tidak layak punya harapan

Ku terjerat di simpang masa laluku
tidak pernah benar-benar hilang
tidak pernah ada yang hilang
ku tetap hidup dengan masa laluku
setiap sudut yang bercerita tentang kita, selalu terngiang
setiap lagu yang kita nyanyikan bersama, selalu membuatku berlinang

Dan kini, tidak tentu arahku kemana
menyadari apa yang sudah tidak patut kumiliki
hanya langkah-langkah hati yang membawaku, entah kemana...



ZeeHamit/08

Malangkah menerima takdirku

12:44 PM Edit This 0 Comments »

Laut,
perasaanmu setajam pedang
kala kau meradang dan menatapku curiga
tidak pernah kau percaya hatiku sudah milikmu

Langit,
ku biarkan awan menyaput kelabu
sehingga ku dapat berlindung dibaliknya
sehingga ku dapat berlari menjauhimu

Laut,
gelombang tinggi menghajar seluruh relung
perahu pecah terombang-ambing
mulai karam

Langit,
ku tatap dirimu
ku sadar
kau terlalu jauh, sekarang

Laut,
dalammu dapat merasakan
hatiku tidak pernah kembali untukmu
dan hatiku bukan untukmu

Langit,
apa yang dapat kubuat sekarang
tidak satupun
kerana apapun tidakkan membuatmu kembali kepadaku
kau sudah terlalu jauh

Laut,
tidak akan kuulangi kesalahan yang lalu
segala kesemuanya
kusudahi

Langit,
rintikmu membasahiku
dengan tubuh basah berpeluh pedih
ku melangkah menerima takdirku



ZeeHamit/08

Duduk bersama angin

10:32 AM Edit This 0 Comments »

Duduk bersama angin
Sendiri ku melayan hati
Apa ku rasa?
Apa ku fikir?
Tidak memberi jawapan...

Bersusun pendapat
Semua berinti sama
Semua berujar sama
Semua sama…

Aku hanya ingin bercerita
Tidak ingin dengar yang lain
Jangan salahkan aku...




ZeeHamit/08

Indahnya rindu...

1:27 AM Edit This 1 Comment »

Sayang,
sungguh kasihku kepadamu
tidak berhujung tidak bertepi
walau harus kususuri lorong gelap tanpa akhir
ku tidak akan berbalik dan mencari terang yang lain

Terangku ada di sini
di sisimu
di dadamu
di pelukmu yang erat

Kasih,
bertapa lelah dan luka jiwaku mencarimu
bertapa salah telah mengukiri seluruh hidupku
hanya karena ku ingin bertemu denganmu

Kasih,
hatiku yang telah lelah ini
sering berteriak
dan ia tidak pernah berhenti menjeritkan
kerinduannya kepadamu

Senduku tertahan
bila teringat bertapa airmata telah melumuri jiwaku
yang selalu berlinang
dan terus berlinang
mengapa tidak kunjung berakhir perjalanan ini

Kurasakan cintamu
yang sangat dalam
menjelajahi ruang hatiku
memberi kesejukan dalam dahaga yang kering

Cinta,
siapa yang berani berkata telah menemukan cinta
bila dia tidak pernah diuji
dengan hati yang pedih menahan perih
dengan mata yang lembab membasah
dengan tubuh yang lunglai
dan kelemahan yang terus berderai-derai
dihentam derita

Dan cinta,
hanya cinta yang mampu mengoncang dunia
hanya cinta yang mampu merubuhkan gunung
yang mampu menenggelamkan gurun
yang mampu memberi hidup antara mati

Dalam matiku,
kutemukan lagi hidupku
dalam rinai pelangi cintamu
menuntunku menyusuri alur yang pernah hilang

Cinta,
kumohon
jangan pernah lagi hilang
walau sekejap
walau seditik

Cinta,
kumohon
izinkan dirimu menjadi perhentian akhirku
karena tidak pernah lagi kuingin
memulai perjalanan penuh luka

Cinta,
kumohon
jangan pernah lagi meneteskan airmataku

Cinta,
aku memerlukanmu
karena aku mencintaimu

Cinta,
aku mencintaimu
karena aku mencintaimu...


ZeeHamit/08

Seorang penakut meringkuk

7:49 PM Edit This 0 Comments »
Glitter Graphics




Seorang penakut meringkuk di sudut gelap
Menatap langit yang suram
Membatin
‘Mengapa hariku selalu mendung?’

Ceria wajah gadis manis memandangnya hangat
’Mengapa kau berada dalam kelam?
Tidakkah matahari telah menebarkan senyumannya kepadamu?’

Seorang penakut menatap ceria wajah gadis manis
Yang memandangnya hangat
Membatin
’Mengapa aku tidak punya hari secerah dia?’

Ceria wajah gadis manis mengulurkan tangan
’Mari, bersamaku kita menyongsong matahari
Ia sudah tidak sabar melihatmu diselimuti cahayanya’

Sang penakut menggeleng perlahan
’Kau tidak pernah tahu rasanya takut
Kau tidak pernah menghadapi takut
Kau tidak pernah melihat takut’

Ceria wajah gadis manis berganti murung
’Tidakkah kau tahu, takutmu berwujud
karena kau sendiri yang memilih takut
Kau sendiri yang membiarkan takut melingkupi hidupmu'

Seorang penakut meringkuk di sudut gelap
Bertapa kuat tangan gadis manis menggapai
Ia terus meringkuk, rapat
Menyembunyikan diri dari terang
Membiarkan takut menyelimutinya.


ZeeHamit/08